TERBONGKAR! Komplotan Pembobol Gudang di Surabaya Nekat Angkut Barang Hampir 2 Ton, Empat Pelaku Dibekuk Polisi

Reporter : Redaksi

SURABAYA | ALDERA NEWS – Aparat kepolisian berhasil mengungkap aksi pencurian dengan pemberatan yang menyasar gudang aksesoris otomotif milik CV Yazaktii di Jalan Raya Kedungdoro, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Jawa Timur. Kasus ini menyita perhatian karena para pelaku diduga menjalankan aksinya dengan cara yang tidak biasa dan terbilang nekat.

 

Empat orang tersangka berhasil diamankan setelah dilakukan penyelidikan intensif oleh jajaran Polsek Sawahan bersama Polrestabes Surabaya. Mereka masing-masing berinisial FS (39), RDS (29), BDS (29), dan RH (29), yang diketahui merupakan warga setempat.

 

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan memimpin langsung pemeriksaan terhadap para tersangka. Dalam keterangannya, ia mengaku heran dengan metode yang digunakan komplotan tersebut saat membobol gudang.

 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku diduga memanjat tiang listrik dengan ketinggian sekitar 7 meter untuk mendapatkan akses masuk ke area gudang. Setelah berhasil masuk, mereka menguras berbagai aksesoris otomotif bernilai tinggi yang diperkirakan memiliki total bobot mencapai 2 ton.

 

"Kalau dikilo-in, baterai bobotnya 2 ton ini. Berat banget barang-barangnya ini," ujar Kombes Pol Luthfie Sulistiawan saat menunjukkan barang bukti kepada awak media.

 

Besarnya bobot barang yang diduga dicuri membuat aparat kepolisian mempertanyakan bagaimana para pelaku mampu mengangkut seluruh hasil curian tersebut tanpa menimbulkan kecurigaan warga sekitar.

 

Yang lebih mengejutkan lagi, hasil pemeriksaan mengungkap bahwa keempat tersangka tidak beraksi secara bersamaan. Mereka diduga menerapkan sistem bergantian layaknya bekerja dalam shift, sehingga aksi pencurian dapat berlangsung lebih lama tanpa menarik perhatian.

 

Dalam pengakuannya, para tersangka bahkan mengaku sempat saling bertemu di dalam gudang ketika proses pergantian berlangsung.

 

"Kadang masih ketemu di dalam. Serah terima di dalam. Kadang tanya kalau masih di dalam, tanya sudah belum, kadang gantian," ungkap salah seorang tersangka di hadapan penyidik.

 

Pengakuan tersebut membuat Kapolrestabes Surabaya semakin heran. Menurutnya, modus yang digunakan para pelaku tergolong unik sekaligus nekat karena menerapkan pola kerja bergantian saat melakukan tindak pidana.

 

Dengan nada tegas, Kombes Pol Luthfie kemudian meminta para tersangka untuk menunjukkan keberadaan dua anggota komplotan lainnya yang hingga kini masih dalam pengejaran aparat.

 

«"Maling kok gantian, gimana. Yang temanmu dua lagi mana? Telepon sana! Suruh sini," tegas Kombes Pol Luthfie Sulistiawan.»

 

Saat ini, kepolisian masih terus mengembangkan penyidikan untuk memburu dua pelaku lain yang diduga ikut terlibat dalam aksi pembobolan tersebut. Selain itu, penyidik juga mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang turut membantu proses pengangkutan barang hasil curian.

 

Seluruh barang bukti yang berhasil diamankan kini berada di Mapolsek Sawahan untuk kepentingan proses hukum lebih lanjut. Para tersangka dijerat dengan pasal terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

 

Kasus ini menjadi peringatan bagi para pelaku usaha agar meningkatkan sistem keamanan gudang dan fasilitas penyimpanan, mengingat para pelaku kejahatan terus mencari berbagai celah dengan modus yang semakin berani dan tidak terduga.

 

 

ALDERA NEWS – Berani, Tajam Terpercaya

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru