MOJOKERTO | ALDERA NEWS – Aksi pencurian dengan membobol brankas di lingkungan Universitas KH Abdul Chalim (UAC), Mojokerto, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto berhasil mengidentifikasi komplotan pelaku yang diduga terlibat dalam pencurian uang dengan nilai mencapai sekitar Rp1 miliar.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengidentifikasi sedikitnya lima orang yang diduga terlibat dalam aksi pencurian. Tiga pelaku telah berhasil diamankan, sedangkan dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata membenarkan pengungkapan kasus tersebut. Ia menyebut, uang yang berada di dalam brankas Universitas KH Abdul Chalim yang menjadi sasaran pencurian diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.
Menurut Kapolres, setelah menjalankan aksinya, sejumlah pelaku berupaya melarikan diri keluar Pulau Jawa untuk menghindari kejaran aparat. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan setelah petugas melakukan penyelidikan dan pengejaran hingga ke luar pulau.
“Ada yang sudah diamankan. Para pelaku lari ke luar pulau, tapi berhasil diamankan,” ujar AKBP Andi Yudha Pranata.
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari penyelidikan intensif Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto setelah menerima laporan terkait pembobolan brankas di lingkungan kampus.
Petugas kemudian melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku sekaligus menelusuri keberadaan mereka. Polisi bergerak cepat setelah mendapatkan informasi bahwa sebagian pelaku telah meninggalkan Pulau Jawa.
Upaya pengejaran akhirnya membuahkan hasil. Sejumlah pelaku berhasil diamankan di luar Jawa dan selanjutnya dibawa untuk menjalani pemeriksaan guna mengungkap peran masing-masing dalam aksi pencurian tersebut.
Sementara itu, dua pelaku lainnya yang hingga kini belum tertangkap masih menjadi buruan aparat kepolisian. Keduanya telah ditetapkan sebagai DPO.
Polisi masih mendalami perkara tersebut, termasuk mengungkap modus pembobolan brankas, pembagian peran masing-masing pelaku, serta menelusuri keberadaan uang hasil kejahatan yang nilainya ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar.
Aparat kepolisian memastikan pengejaran terhadap dua pelaku yang masih buron terus dilakukan. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang turut membantu atau mengetahui aksi pembobolan brankas tersebut.
Kasus ini masih dalam proses penyidikan. Polisi akan terus mengembangkan perkara untuk mengungkap seluruh rangkaian aksi pencurian dan memastikan seluruh pihak yang terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
ALDERA NEWS – BERANI, TAJAM, TERPERCAYA
( Redaksi)
Editor : Redaksi