Rumah Produksi Sinte Digerebek! 150 Kg Tembakau Sintetis Senilai Rp15 Miliar Siap Edar ke Luar Jawa

Reporter : Redaksi

BANDUNG BARAT – Satuan Reserse Narkoba Polres Cimahi membongkar dugaan rumah produksi narkotika jenis tembakau sintetis di Perumahan Pangauban Silih Asih, Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

 

Pengungkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas tidak wajar di salah satu rumah di kawasan perumahan tersebut.

 

Petugas kemudian bergerak melakukan penggerebekan pada Selasa (1/9/2026) dini hari. Saat tiba di lokasi, penghuni rumah tidak memberikan respons meski telah dipanggil dari luar.

 

Polisi akhirnya terpaksa mendobrak pintu rumah untuk memastikan kondisi di dalam.

 

Hasilnya, petugas menemukan dua orang, yakni Reza Mulki Firmansyah (30) dan Arief Ichwan Sabar F (31). Keduanya diduga sedang melakukan aktivitas peracikan tembakau sintetis ketika polisi masuk ke dalam rumah.

 

Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan sekitar 150 kilogram tembakau sintetis yang ditaksir memiliki nilai mencapai Rp15 miliar. Sejumlah barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan proses produksi juga turut diamankan.

 

Dalam pemeriksaan awal, kedua tersangka disebut telah menjalankan aktivitas produksi narkotika tersebut selama kurang lebih satu tahun.

 

Cara meracik tembakau sintetis itu disebut mereka pelajari secara otodidak melalui video tutorial di YouTube.

 

Produksi narkotika tersebut diduga tidak hanya untuk memenuhi pasar di wilayah Bandung Raya. Polisi mengungkap adanya dugaan distribusi ke sejumlah daerah di luar Jawa Barat, di antaranya Bali, Surabaya, hingga Makassar.

 

Besarnya barang bukti yang ditemukan membuat polisi terus mendalami jaringan tersebut. Penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengetahui lebih jauh mata rantai produksi dan distribusi narkotika itu.

 

Polisi juga memburu seorang pemasok bahan baku yang diduga memasok kebutuhan produksi tembakau sintetis kepada kedua tersangka.

 

Pengembangan kasus terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat sekaligus membongkar jaringan peredaran narkotika tersebut hingga ke daerah tujuan.

 

ALDERA NEWS – BERANI TAJAM TERPERCAYA

 

( Redaksi)

Editor : Redaksi

Berita Populer
Berita Terbaru