x alderanews.com skyscraper
x alderanews.com skyscraper

SURABAYA DIKEPUNG PENDATANG USAI LEBARAN! PEMKOT TURUN TANGAN, OPERASI YUSTISI SIAP SAPU WARGA TANPA TUJUAN

Avatar Redaksi

Info Publik

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah tegas dalam mengendalikan arus urbanisasi pasca Hari Raya Idulfitri 2026. Melalui operasi yustisi yang digelar secara intensif, pengawasan terhadap warga pendatang diperketat demi menjaga ketertiban administrasi kependudukan di Kota Pahlawan.

 

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa operasi ini berlangsung selama sepekan, mulai 30 Maret hingga 5 April 2026. Kegiatan tersebut melibatkan unsur kelurahan, kecamatan, hingga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

 

“Pengawasan ini kami lakukan secara menyeluruh dengan menyasar empat kategori utama warga pendatang,” ujar Eddy, Selasa (31/3/2026).

 

Empat kategori yang menjadi fokus operasi meliputi pekerja formal, pekerja informal, tamu keluarga, hingga warga tanpa identitas yang tidak jelas asal-usulnya.

 

Untuk pekerja formal, mereka diwajibkan menunjukkan bukti atau jaminan pekerjaan dari perusahaan tempat bekerja. Selanjutnya, mereka akan didata sebagai penduduk non-permanen sesuai regulasi yang berlaku.

 

Sementara itu, pekerja informal seperti pedagang kaki lima (PKL) juga tak luput dari pengawasan. Mereka diwajibkan memiliki surat keterangan dari Ketua RT atau RW setempat serta tempat tinggal yang jelas agar dapat didaftarkan secara resmi sebagai penduduk non-permanen.

 

Kategori berikutnya adalah tamu keluarga. Setiap pendatang yang menginap di rumah kerabat diwajibkan melapor maksimal 1x24 jam kepada Ketua RT dengan bukti pelaporan sesuai aturan daerah yang berlaku.

 

Adapun kategori terakhir adalah warga tanpa identitas. Bagi mereka yang tidak dapat menunjukkan dokumen kependudukan, petugas akan langsung membawa ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos). Selanjutnya, mereka akan dipulangkan ke daerah asal melalui koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

 

Eddy menegaskan bahwa peran Ketua RT sangat vital dalam pelaksanaan operasi ini, karena mereka paling memahami dinamika keluar-masuk warga di lingkungannya. Pengawasan tidak hanya menyasar rumah kos, tetapi juga rumah tinggal yang menampung pendatang baru.

 

“Pengendalian ini bukan untuk membatasi orang datang ke Surabaya, tetapi memastikan setiap pendatang memiliki tujuan yang jelas dan tidak menimbulkan masalah sosial,” tegasnya.

 

Berdasarkan evaluasi Dispendukcapil, sebagian besar pendatang setiap tahunnya datang dengan harapan mendapatkan pekerjaan, namun tidak sedikit yang belum memiliki kepastian kerja maupun tempat tinggal.

 

Karena itu, pemerintah kelurahan akan mengambil langkah tegas terhadap pendatang yang dalam masa pemantauan tidak menunjukkan kejelasan aktivitas atau keberlangsungan hidup di Surabaya.

 

Meski demikian, tren urbanisasi di Surabaya dalam dua tahun terakhir menunjukkan penurunan. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 6.250 pendatang, sementara pada 2025 jumlah tersebut menurun menjadi 5.655 orang.

 

Pemkot menegaskan tetap membuka akses bagi siapa pun yang ingin mengadu nasib di Surabaya, selama memenuhi persyaratan administrasi dan memiliki tujuan yang jelas.

 

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas sosial serta mencegah munculnya persoalan kependudukan baru di tengah pertumbuhan kota yang semakin pesat.

 

 

 

ALDERA NEWS

Berani, Tajam, dan Terpercaya

 

( M.soleh)

Artikel Terbaru
Minggu, 13 Sep 2026 01:17 WIB | Peristiwa

Lomba Mewarnai Warnai Semarak Posyandu Ceria, Edukasi Kesehatan Ibu dan Balita Digelar di Kaza Mall

SURABAYA | ALDERA NEWS – Kegiatan Posyandu Ceria yang dirangkai dengan lomba mewarnai berlangsung meriah di Kaza Mall, Surabaya. Kegiatan yang digelar di l ...
Minggu, 13 Sep 2026 01:01 WIB | Info Publik

DLH Surabaya Turun ke Kali Seng, Trash Boom Dipasang dan Warga Diajak Hentikan Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai

SURABAYA | ALDERA NEWS – Upaya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Kali Seng yang berada di kawasan perbatasan K ...
Minggu, 13 Sep 2026 00:05 WIB | Info Publik

Tiga Pilar Simokerto Patroli Skala Besar Tengah Malam, Titik Rawan dan Gengster Jadi Sasaran

SURABAYA | ALDERA NEWS – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran tiga pilar Kecamatan Simokerto, Surabaya. Patroli skala besar ...
Sabtu, 12 Sep 2026 18:30 WIB | Peristiwa

Petunjuk P-19 Buka Babak Baru, Penyidik Polrestabes Surabaya Dalami Dugaan Pencabulan 2019

SURABAYA | ALDERA NEWS – Penanganan kasus dugaan pencabulan yang terjadi pada 2019 kembali memasuki tahap pendalaman. Penyidik Satres PPA-PPO Polrestabes S ...
Sabtu, 12 Sep 2026 12:16 WIB | Peristiwa

Kejar-kejaran di Jalan Kenjeran, Pemuda Surabaya Dibekuk Bawa 3.000 Pil Y

SURABAYA | ALDERA NEWS – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya berhasil meringkus seorang pemuda berinisial AS (23) yang diduga terlibat d ...
Sabtu, 12 Sep 2026 09:03 WIB | Peristiwa

PWRK Nusantara dan PRKB Bersatu, Dobrak Stigma dan Dorong Generasi Jurnalistik Madura

SURABAYA | ALDERA NEWS – Persatuan Wartawan Rabasan Kedungdung (PWRK) Nusantara bersama Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu (PRKB) resmi membentuk susunan k ...