x alderanews.com skyscraper
x alderanews.com skyscraper

ADA APA DENGAN PENYIDIK SAMPANG? KORBAN DITEKAN, TERDUGA PELAKU JUSTRU BEBAS BERKELIARAN!

Avatar Redaksi

Peristiwa

Sampang – Penanganan dugaan kasus penganiayaan di Desa Bunut, Dusun Sejati, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, kini menuai sorotan tajam. Sejumlah kejanggalan dalam proses penyelidikan memunculkan pertanyaan besar terkait profesionalitas aparat penegak hukum.

 

Korban, Sunama, menceritakan pengalamannya saat memenuhi panggilan penyidik pada 24 April 2026. Ia datang sejak pukul 09.00 WIB ke ruang Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). Namun, ia justru diperiksa oleh penyidik yang berbeda dari sebelumnya tanpa penjelasan yang jelas.

 

Dalam proses tersebut, korban mengaku mendapat arahan yang tidak semestinya.

 

> “Saya diminta untuk tidak menyampaikan kasus ini ke wartawan. Kenapa harus ditutup?” ungkap Sunama.

 

 

 

Setelah itu, korban diminta menunggu hingga pukul 13.00 WIB dengan alasan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan. Namun hingga waktu yang ditentukan, terduga pelaku tidak kunjung hadir.

 

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mendasar: mengapa hanya korban yang aktif diproses, sementara terduga pelaku seolah tidak tersentuh?

 

Di lapangan, terduga pelaku yang disebut bernama Sawi justru terlihat bebas beraktivitas seperti biasa. Tidak tampak adanya upaya penegakan hukum yang tegas terhadap yang bersangkutan.

 

Kejanggalan lain muncul dalam proses pemanggilan saksi. Suna, anak korban, dipanggil untuk memberikan keterangan pada malam hari, 29 April 2026. Pemanggilan di luar jam kerja tersebut dinilai tidak lazim dan menimbulkan rasa takut.

 

> “Kenapa harus malam hari? Saya tidak berani datang,” ujarnya.

 

 

 

Sementara itu, saksi lain yang berada di lokasi kejadian tidak memenuhi panggilan. Namun, tidak terlihat adanya langkah tegas dari penyidik terhadap saksi yang mangkir tersebut. Berbeda dengan korban yang justru berulang kali diminta hadir.

 

Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan adanya ketimpangan dalam proses penanganan perkara. Publik mulai mempertanyakan apakah prosedur yang dijalankan sudah sesuai aturan, atau ada faktor lain yang memengaruhi jalannya penyelidikan.

 

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait berbagai kejanggalan tersebut. Termasuk alasan tidak hadirnya terduga pelaku serta dasar pemanggilan saksi di luar jam kerja.

 

Kasus ini menjadi ujian serius bagi kredibilitas penegakan hukum di daerah. Masyarakat kini menunggu kejelasan dan transparansi dari aparat berwenang.

 

Apakah hukum benar-benar ditegakkan secara adil, atau justru kembali menunjukkan wajah lama: tajam ke bawah, tumpul ke atas?

 

 

 

ALDERA NEWS

Berani, Tajam, Terpercaya

 

( Redaksi)

Artikel Terbaru
Rabu, 29 Jul 2026 21:48 WIB | Info Publik

TERBONGKAR! Komplotan Curanmor Lintas Daerah Digulung Polsek Blega, Motor Curian Dijual Murah demi Uang Cepat

BANGKALAN | ALDERA NEWS – Komitmen aparat kepolisian dalam memberantas tindak kejahatan kembali dibuktikan. Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Blega, P ...
Rabu, 29 Jul 2026 20:57 WIB | Info Publik

Ketua RW Banyu Urip Diduga Hina Wartawan, Sebut "Gadungan" di Depan Publik

SURABAYA | ALDERA NEWS – Dugaan tindakan yang dinilai merendahkan martabat profesi jurnalistik mencuat di kawasan Banyu Urip, Kota Surabaya. Seorang Ketua RW m ...
Rabu, 29 Jul 2026 14:03 WIB | Info Publik

GEMPUR JARINGAN NARKOBA, UKIR PRESTASI! Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Sabet Juara II Polda Jatim

SURABAYA | ALDERA NEWS – Konsistensi dalam memerangi peredaran gelap narkotika kembali membuahkan hasil membanggakan. Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan T ...
Rabu, 29 Jul 2026 10:47 WIB | Info Publik

78 PMI MADURA DIPULANGKAN DARI LUAR NEGERI! Jalur Ilegal Jadi Sorotan, P4MI Ingatkan Warga Wajib Tempuh Prosedur Resmi

PAMEKASAN | ALDERA NEWS – Sebanyak 78 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pulau Madura harus kembali ke tanah air setelah mengalami deportasi dari sejumlah n ...
Rabu, 29 Jul 2026 09:55 WIB | Peristiwa

PEMUDA LAMONGAN DIDUGA CURI EMAS Rp120 JUTA DI NGANJUK, POLISI BERHASIL UNGKAP KASUSNYA

NGANJUK | ALDERA NEWS – Aksi pencurian yang merugikan warga Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian. Seorang pemuda ...
Rabu, 29 Jul 2026 09:37 WIB | Hukum dan Kriminal

ROTI TAWAR BERISI HP! Modus Nekat Selundupkan Ponsel ke Dalam Rutan Gresik Terbongkar, Ibu Pengunjung Diamankan Petugas

GRESIK | ALDERA NEWS – Upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik kembali berhasil digagalkan oleh petugas. K ...