x alderanews.com skyscraper
x alderanews.com skyscraper

HAK ANAK DIABAIKAN, 8 RIBU EKS SUAMI DI SURABAYA TERANCAM LUMPUH AKSES ADMINISTRASI

Avatar Redaksi

Info Publik

ALDERA NENS

 

Surabaya, Jawa Timur — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil langkah keras yang langsung menyasar ribuan pria yang dinilai lalai menjalankan kewajiban pascaperceraian. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 8.180 mantan suami kini terancam diblokir akses layanan administrasi kependudukan (adminduk).

 

Kebijakan ini bukan tanpa dasar. Data dari Pengadilan Agama Surabaya per Rabu (1/4) mengungkap fakta mencengangkan: ribuan pria tersebut belum menunaikan kewajiban hukum berupa nafkah iddah, mut’ah, hingga nafkah anak, sebagaimana telah diputuskan pengadilan.

 

Langkah “mengunci” akses adminduk ini menjadi sinyal tegas dari Pemkot bahwa putusan pengadilan bukan sekadar formalitas, melainkan kewajiban yang harus dipatuhi.

 

 

 

Sanksi Nyata: Dari KTP hingga Layanan Publik Terhenti

 

Pemblokiran ini berdampak langsung pada berbagai layanan penting. Para pelanggar berpotensi tidak bisa mengurus:

 

KTP dan Kartu Keluarga

 

Akta kelahiran anak

 

Perubahan data kependudukan

 

Layanan publik berbasis data adminduk lainnya

 

 

Artinya, mereka yang mengabaikan kewajiban nafkah kini harus menghadapi konsekuensi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

Bukan Sekadar Hukuman, Ini Tekanan Agar Tanggung Jawab Dipenuhi

 

Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk pressure system agar para mantan suami segera memenuhi kewajiban terhadap mantan istri dan anak-anak mereka.

 

Selama ini, banyak putusan pengadilan terkait nafkah yang mandek di atas kertas. Tidak sedikit perempuan dan anak yang akhirnya menjadi korban, harus bertahan tanpa dukungan ekonomi yang seharusnya menjadi hak mereka.

 

Dengan langkah ini, Pemkot Surabaya ingin memastikan bahwa hak perempuan dan anak pascaperceraian benar-benar terlindungi, bukan sekadar janji hukum tanpa realisasi.

 

 

 

Sorotan Publik: Antara Dukungan dan Kritik

 

Kebijakan ini langsung menyita perhatian publik. Banyak pihak mendukung langkah tegas tersebut karena dinilai berpihak pada keadilan sosial.

 

Namun di sisi lain, muncul pula pertanyaan soal mekanisme pengawasan, validasi data, hingga potensi dampak bagi pihak yang merasa dirugikan atau belum mendapatkan kesempatan klarifikasi.

 

Meski demikian, Pemkot menegaskan bahwa langkah ini dilakukan berbasis data resmi dan bertujuan mendorong kepatuhan terhadap putusan hukum.

 

 

 

Pesan Tegas: Jangan Main-main dengan Hak Anak dan Perempuan

 

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa perceraian bukan akhir dari tanggung jawab. Justru setelahnya, kewajiban sebagai orang tua tetap melekat, terutama terkait pemenuhan kebutuhan anak.

 

Pemkot Surabaya kini menunjukkan bahwa negara tidak tinggal diam terhadap pelanggaran tersebut.

 

Bagi para mantan suami yang masih mengabaikan kewajiban, pilihannya jelas:

tunaikan tanggung jawab, atau siap menghadapi pembatasan akses hidup.

 

 

ALDERA NEWS

Berani. Tajam. Terpercaya.

 

( Redaksi)

Artikel Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 19:38 WIB | Info Publik

# POLSEK BUBUTAN BONGKAR PENADAHAN MOTOR CURian ANTAR PULAU, LIMA UNIT KENDARAAN DIAMANKAN **

**SURABAYA | ALDERA NEWS** — Jaringan dugaan penadahan sepeda motor hasil kejahatan yang menghubungkan Surabaya, Jawa Timur, dengan Maumere, Nusa Tenggara T ...
Rabu, 28 Okt 2026 18:57 WIB | Info Publik

# GEMPUR PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI DUPAK BANGUNREJO, 4 ORANG POSITIF SAAT TES URINE **

**SURABAYA | ALDERA NEWS** — Upaya pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Kota Surabaya terus diperkuat. Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Badan N ...
Rabu, 28 Okt 2026 15:43 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Jambore Mantri BRI 2026, Perkuat Peran Mantri dalam Mendorong Pertumbuhan UMKM

SURABAYA | Aldera News - Mantri BRI memiliki peran penting dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan ...
Rabu, 28 Okt 2026 13:34 WIB | Info Publik

**KWI JABAR APRESIASI AKSI KEMANUSIAAN YAYASAN JAYA ARTASENA, PMI KUNINGAN KUMPULKAN 45 LABU DARAH**

**KUNINGAN | ALDERA NEWS** — Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, diwarnai aksi nyata kepedulian terhadap sesama. Yayasan Jaya A ...
Rabu, 28 Okt 2026 13:04 WIB | Info Publik

Semangat Hari Sumpah Pemuda, HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsangsa

Jakarta, 27 Oktober 2026* - Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak kemandirian ...
Rabu, 28 Okt 2026 13:00 WIB | Info Publik

Semangat Hari Sumpah Pemuda, PLN Group Raih Dua Penghargaan Energi Subroto 2026

Jakarta, 27 Oktober 2026* - PT PLN (Persero) melalui sub holding PLN Indonesia Power (PLN IP) dan PLN Nusantara Power (PLN NP) meraih 2 (dua) Penghargaan ...