x alderanews.com skyscraper
x alderanews.com skyscraper

SKANDAL UTBK TERBESAR DI SURABAYA! SINDIKAT JOKI MASUK KEDOKTERAN DIBONGKAR, TARIF TEMBUS Rp700 JUTA

Avatar Redaksi

Peristiwa

SURABAYA | ALDERA NEWS – Dunia pendidikan Indonesia kembali tercoreng oleh praktik curang yang sangat memprihatinkan. Aparat Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil membongkar sindikat perjokian Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang diduga telah beroperasi secara terstruktur selama hampir satu dekade.

 

Kasus ini sontak menghebohkan publik lantaran tarif yang dipatok para pelaku tidak main-main. Untuk bisa “meloloskan” peserta ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit, khususnya Fakultas Kedokteran, calon mahasiswa harus merogoh kocek fantastis mulai Rp500 juta hingga Rp700 juta.

 

Praktik kotor tersebut diduga melibatkan jaringan lintas daerah dengan sistem yang sangat rapi dan profesional.

 

Terbongkar Saat UTBK Berlangsung di Surabaya

 

Kasus ini mulai terendus saat pelaksanaan UTBK di Gedung Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 21 April 2026 lalu. Kecurigaan pengawas muncul terhadap seorang peserta berinisial HR yang dinilai menunjukkan gelagat mencurigakan.

 

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, petugas menemukan adanya kejanggalan pada identitas peserta. Foto yang tertera pada dokumen diketahui berbeda dengan identitas asli pemilik data.

 

Tak hanya itu, kemampuan peserta tersebut saat mengerjakan soal juga dianggap tidak wajar. Dalam waktu singkat, pelaku mampu menyelesaikan soal dengan nilai tinggi mencapai kisaran 700 poin.

 

Dari situlah penyelidikan berkembang hingga akhirnya polisi berhasil membongkar jaringan besar perjokian UTBK yang telah lama bermain di berbagai wilayah Indonesia.

 

Dalang Utama Disebut Kendalikan Jaringan Nasional

 

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengungkapkan bahwa tersangka utama berinisial K diduga menjadi otak intelektual di balik praktik haram tersebut.

 

Menurutnya, tersangka menerima pesanan dari berbagai daerah dan mengatur seluruh mekanisme pelaksanaan joki ujian, mulai dari perekrutan pelaku lapangan hingga distribusi pembayaran.

 

Yang lebih mengejutkan, tiga orang yang diamankan dalam kasus ini diketahui merupakan dokter aktif. Mereka diduga berperan sebagai broker atau pencari calon peserta yang ingin mendapatkan jalan pintas masuk fakultas bergengsi.

 

> “Tarifnya antara Rp500 juta hingga Rp700 juta. Pembagian keuntungan dilakukan sesuai peran masing-masing. Para joki lapangan mendapatkan bagian mulai Rp20 juta sampai Rp75 juta,” ujar Kombes Luthfie saat konferensi pers.

 

 

 

Sudah Beroperasi Sejak 2017

 

Hasil pemeriksaan sementara mengungkap fakta mengejutkan bahwa jaringan ini telah aktif sejak tahun 2017. Selama menjalankan aksinya, para joki disebut mendapat pelatihan khusus agar tidak mudah terbongkar.

 

Mereka diwajibkan menghafal secara detail identitas peserta asli, mulai dari nama lengkap, alamat rumah, asal sekolah, hingga nama orang tua.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk mengelabui petugas apabila sewaktu-waktu dilakukan pemeriksaan mendadak di lokasi ujian.

 

Polisi Kantongi 114 Nama Pemesan

 

Dalam pengembangan kasus, penyidik kini telah mengantongi sedikitnya 114 nama pemberi order yang diduga tersebar di sejumlah PTN maupun PTS di wilayah Jawa hingga Kalimantan.

 

Polisi memastikan penyelidikan akan terus dikembangkan untuk memburu seluruh pihak yang terlibat, baik pelaku lapangan maupun pengguna jasa.

 

Kasus ini dinilai sangat mencederai nilai kejujuran dan integritas dunia pendidikan nasional. Banyak pihak mendesak agar hukuman berat dijatuhkan kepada seluruh pelaku demi memberikan efek jera.

 

Terancam Pasal Berlapis

 

Para tersangka kini mendekam di sel tahanan Polrestabes Surabaya dan dijerat dengan pasal berlapis terkait pelanggaran Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional serta Undang-Undang Administrasi Kependudukan mengenai pemalsuan dokumen dan identitas.

 

Aparat juga membuka kemungkinan adanya tersangka baru seiring pendalaman aliran dana dan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tersebut.

 

Masyarakat pun berharap pengungkapan kasus ini menjadi titik awal bersih-bersih mafia pendidikan yang selama ini merusak masa depan generasi bangsa.

 

 

 

ALDERA NEWS

 

Berani • Tajam • Terpercaya

 

( Redaksi)

Artikel Terbaru
Selasa, 28 Jul 2026 14:15 WIB | Peristiwa

Terbakar Cemburu, Pria di Trenggalek Bacok Rekan Kerja Istri Saat Klarifikasi

TRENGGALEK | ALDERA NEWS – Peristiwa dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam menggegerkan kawasan GOR Gajah Putih, Kabupaten Trenggalek. Seorang pria n ...
Selasa, 28 Jul 2026 14:14 WIB | Info Publik

Sambut HUT ke-81 RI: PLN UIP JBTB Perkuat Keandalan Listrik Surabaya Metropolis Lewat Sinergi Bersama Pemkot Surabaya

Surabaya, 23 Juli 2026* – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (PLN UIP JBTB) bersama dengan Unit Pelaksana Proyek (UPP) JBTB 1 t ...
Selasa, 28 Jul 2026 14:11 WIB | Peristiwa

Sambut HUT ke-81 RI: PLN Electric Run Kembali Hadir, Dorong Kampanye Hidup Sehat dan Transisi Energi

Jakarta, 25 Juli 2026* - PT PLN (Persero) siap menggelar PLN Electric Run 2026 sebagai ajang lari yang mengusung semangat hidup sehat sekaligus kampanye ...
Selasa, 28 Jul 2026 14:10 WIB | Info Publik

Dirgahayu Republik Indonesia: GHES 2026 Tegaskan Komitmen PLN Bangun Ekosistem Hidrogen Nasional

Jakarta, 23 Juli 2026* - PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sekaligus mendukung visi ...
Selasa, 28 Jul 2026 13:23 WIB | Peristiwa

🔥 Beringas! Gangster Bawa Celurit Serbu Kedai di Sidoarjo, Karyawan Berlarian Selamatkan Diri

SIDOARJO | ALDERA NEWS – Aksi brutal sekelompok pemuda yang diduga merupakan anggota gangster kembali menebar keresahan di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Kali ...
Selasa, 28 Jul 2026 11:35 WIB | Info Publik

PASUTRI SPESIALIS CURANMOR LINTAS DAERAH DIBEKUK! Tiga Motor Curian Disita, Polisi Buru Jejak Aksi di Sejumlah TKP Lain

TRENGGALEK | ALDERA NEWS – Aksi pasangan suami istri (pasutri) yang diduga menjadikan pencurian sepeda motor sebagai sumber kejahatan akhirnya terhenti di t ...