x alderanews.com skyscraper
x alderanews.com skyscraper

JAMBRET KOTA LAMA SURABAYA BERUJUNG PETAKA, DUA TERDAKWA DITUNTUT HUKUMAN PENJARA

Avatar Redaksi

Peristiwa

Korban Patah Bahu Usai Aksi Kejahatan, Jaksa Tuntut Pelaku Hingga 3 Tahun Penjara

 

SURABAYA – ALDERA NEWS

 

Kasus penjambretan yang terjadi di kawasan Kota Lama Surabaya memasuki babak tuntutan di Pengadilan Negeri Surabaya. Dua terdakwa, Muhammad Upik dan Mochamad Eka Fachrudin, harus menghadapi tuntutan pidana setelah aksi mereka menyebabkan korban mengalami luka berat berupa patah bahu.

 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Irfan Adi Prasetya SH dalam persidangan meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman berbeda kepada kedua terdakwa.

 

Muhammad Upik dituntut pidana penjara selama 3 tahun, sedangkan Mochamad Eka Fachrudin dituntut 2 tahun 4 bulan penjara.

 

Dalam tuntutannya, jaksa menyebut perbuatan kedua terdakwa telah memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 479 ayat (2) huruf d Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

 

"Memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menjatuhkan pidana kepada terdakwa Muhammad Upik selama 3 tahun penjara dan terdakwa Mochamad Eka Fachrudin selama 2 tahun 4 bulan penjara," ujar JPU dalam persidangan.

 

Aksi Kejahatan di Kawasan Kota Lama

 

Peristiwa penjambretan tersebut terjadi pada 22 April 2026 sekitar pukul 16.15 WIB di kawasan Kota Lama Surabaya, tepatnya di Jalan Veteran.

 

Dalam perkara tersebut, Muhammad Upik dan Mochamad Eka Fachrudin disebut beraksi dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Satria. Kedua terdakwa kemudian membuntuti korban Nasywa Emilia Nastiti dari arah Jalan Kemayoran.

 

Saat melihat kesempatan, pelaku mengambil telepon genggam milik korban jenis Samsung Galaxy A16 4G yang berada di dasbor sepeda motor.

 

Namun aksi pelarian kedua terdakwa tidak berjalan mulus. Saat berusaha melarikan diri, kondisi arus lalu lintas yang padat membuat pergerakan mereka terhambat.

 

Korban yang mengejar kemudian menabrakkan sepeda motornya ke kendaraan yang digunakan pelaku hingga keduanya kehilangan kendali dan tercebur ke sungai.

 

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan pengamanan terhadap kedua terdakwa sebelum akhirnya diserahkan kepada petugas Polsek Bubutan Surabaya.

 

Korban Alami Luka Berat

 

Akibat kejadian tersebut, korban tidak hanya kehilangan telepon genggam dengan nilai sekitar Rp2,5 juta, namun juga mengalami luka berat berupa patah bahu akibat insiden saat mengejar pelaku.

 

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Agus Cakra Nugraha, kedua terdakwa menyampaikan permohonan agar diberikan keringanan hukuman.

 

"Saya menyesal Pak Hakim. Saya tulang punggung keluarga," ujar Muhammad Upik dalam persidangan.

 

Sementara dari hasil pemeriksaan perkara, terungkap bahwa telepon genggam hasil penjambretan tersebut rencananya akan dijual dan uangnya dibagi berdua untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

Kini, keputusan akhir berada di tangan majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang akan mempertimbangkan seluruh fakta persidangan sebelum menjatuhkan vonis terhadap kedua terdakwa.

 

ALDERA NEWS

Berani Tajam Terpercaya

 

( Redaksi)

Artikel Terbaru
Rabu, 28 Okt 2026 15:43 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Jambore Mantri BRI 2026, Perkuat Peran Mantri dalam Mendorong Pertumbuhan UMKM

SURABAYA | Aldera News - Mantri BRI memiliki peran penting dalam memperluas akses layanan keuangan sekaligus mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan ...
Rabu, 28 Okt 2026 13:34 WIB | Info Publik

**KWI JABAR APRESIASI AKSI KEMANUSIAAN YAYASAN JAYA ARTASENA, PMI KUNINGAN KUMPULKAN 45 LABU DARAH**

**KUNINGAN | ALDERA NEWS** — Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, diwarnai aksi nyata kepedulian terhadap sesama. Yayasan Jaya A ...
Rabu, 28 Okt 2026 13:04 WIB | Info Publik

Semangat Hari Sumpah Pemuda, HLN ke-81: PLN Perkuat Peran Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsangsa

Jakarta, 27 Oktober 2026* - Memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menjadi penggerak kemandirian ...
Rabu, 28 Okt 2026 13:00 WIB | Info Publik

Semangat Hari Sumpah Pemuda, PLN Group Raih Dua Penghargaan Energi Subroto 2026

Jakarta, 27 Oktober 2026* - PT PLN (Persero) melalui sub holding PLN Indonesia Power (PLN IP) dan PLN Nusantara Power (PLN NP) meraih 2 (dua) Penghargaan ...
Rabu, 28 Okt 2026 12:56 WIB | Info Publik

Semangat Hari Sumpah Pemuda, Rampingkan Anak Usaha, PLN Hadirkan PLN Services untuk Meningkatkan Layanan ke Masyarakat

Jakarta, 25 Oktober 2026* - PT PLN (Persero) resmi menyatukan dua anak usahanya, yakni PT PLN Electricity Services (PLN ES) dan PT PLN Nusa Daya (PLN ND), ...
Rabu, 28 Okt 2026 12:55 WIB | Info Publik

Semangat Hari Sumpah Pemuda, Sambut Hari Listrik Nasional, PLN Hadirkan Diskon Tambah Daya 50 Persen melalui Program Ene

Jakarta, 24 Oktober 2026* – Dalam rangka menyambut Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81, PT PLN (Persero) menghadirkan program “Energi Berdikari” berupa diskon bia ...