x alderanews.com skyscraper
x alderanews.com skyscraper

Hari Anak Nasional Disorot! Eko Gagak Bongkar Dugaan Eksploitasi Anak oleh Oknum LSM, Ormas hingga Partai Politik

Avatar Redaksi

Info Publik

SURABAYA | ALDERA NEWS – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap 23 Juli seharusnya menjadi momentum memperkuat komitmen terhadap pemenuhan hak, perlindungan, serta kesejahteraan anak Indonesia. Namun, di balik semangat tersebut, muncul sorotan tajam terkait dugaan praktik eksploitasi anak yang dilakukan oleh oknum tertentu demi kepentingan pribadi maupun kelompok.

 

Pengamat sosial sekaligus kontributor kemanusiaan, Eko Gagak, menilai bahwa semangat Hari Anak Nasional yang berlandaskan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 44 Tahun 1984 mulai bergeser dari tujuan utamanya. Menurutnya, tidak sedikit pihak yang menjadikan momentum tersebut sebagai ajang pencitraan, penggalangan dana, hingga kepentingan politik yang mengorbankan hak-hak anak.

 

> "Momen perlindungan anak kerap bergeser menjadi sekadar formalitas untuk pencairan anggaran dan panggung kepentingan sepihak," ujar Eko Gagak dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/7/2026).

 

 

 

Soroti Berbagai Modus Dugaan Eksploitasi

 

Dalam keterangannya, Eko Gagak memaparkan sejumlah modus yang dinilai sering terjadi dalam berbagai kegiatan yang mengatasnamakan kepentingan anak, antara lain:

 

Menampilkan penderitaan anak secara berlebihan untuk menarik simpati donatur, namun dana yang terkumpul diduga tidak sepenuhnya digunakan bagi kesejahteraan anak.

 

Memanfaatkan kegiatan yang melibatkan anak sebagai sarana mobilisasi massa untuk kepentingan yang tidak berkaitan dengan hak tumbuh kembang anak.

 

Dugaan penyusupan paham ekstrem maupun intoleransi melalui kegiatan berkedok lomba, festival, atau acara sosial gratis.

 

Mengubah kegiatan seremonial Hari Anak Nasional menjadi ajang bisnis dan pencarian keuntungan tanpa memberikan manfaat nyata bagi anak-anak yang membutuhkan.

 

Adanya oknum yang mengaku sebagai pendamping anak, tetapi diduga menjadikan anak sebagai alat memperoleh keuntungan finansial.

 

 

Rusak Kepercayaan Publik

 

Menurut Eko Gagak, praktik-praktik tersebut tidak hanya merugikan anak sebagai kelompok yang harus dilindungi, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga sosial yang benar-benar bekerja secara tulus.

 

Ia menilai dana dari para donatur yang memiliki niat baik berpotensi tidak tepat sasaran apabila tidak diawasi secara transparan.

 

Padahal, Konvensi Hak-Hak Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNCRC) maupun berbagai regulasi di Indonesia telah menegaskan larangan terhadap segala bentuk eksploitasi anak.

 

Desak Transparansi dan Akuntabilitas

 

Sebagai langkah pencegahan, Eko Gagak meminta seluruh organisasi yang menggelar kegiatan sosial atas nama anak, baik LSM, organisasi kemasyarakatan, partai politik maupun media, menerapkan prinsip transparansi secara menyeluruh.

 

Menurutnya, setiap kegiatan harus dilengkapi dengan rincian anggaran yang jelas, penggunaan dana yang rasional, serta Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang dapat diakses oleh masyarakat.

 

> "Setiap lembaga harus menyertakan rincian anggaran yang jelas, rasional, serta menyediakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang dapat diakses oleh publik," tegasnya.

 

 

 

Di akhir pernyataannya, Eko Gagak juga mengajak masyarakat untuk berani melaporkan apabila menemukan dugaan eksploitasi anak atau indikasi tindak pidana yang berkedok kegiatan sosial kepada aparat penegak hukum.

 

> "Lindungi haknya, dengarkan suaranya, dan dukung tumbuh kembangnya. Selamat Hari Anak Nasional," pungkasnya.

 

 

 

 

ALDERA NEWS

Berani • Tajam • Terpercaya

 

( Redaksi)

Artikel Terbaru
Minggu, 13 Sep 2026 01:17 WIB | Peristiwa

Lomba Mewarnai Warnai Semarak Posyandu Ceria, Edukasi Kesehatan Ibu dan Balita Digelar di Kaza Mall

SURABAYA | ALDERA NEWS – Kegiatan Posyandu Ceria yang dirangkai dengan lomba mewarnai berlangsung meriah di Kaza Mall, Surabaya. Kegiatan yang digelar di l ...
Minggu, 13 Sep 2026 01:01 WIB | Info Publik

DLH Surabaya Turun ke Kali Seng, Trash Boom Dipasang dan Warga Diajak Hentikan Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai

SURABAYA | ALDERA NEWS – Upaya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Kali Seng yang berada di kawasan perbatasan K ...
Minggu, 13 Sep 2026 00:05 WIB | Info Publik

Tiga Pilar Simokerto Patroli Skala Besar Tengah Malam, Titik Rawan dan Gengster Jadi Sasaran

SURABAYA | ALDERA NEWS – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran tiga pilar Kecamatan Simokerto, Surabaya. Patroli skala besar ...
Sabtu, 12 Sep 2026 18:30 WIB | Peristiwa

Petunjuk P-19 Buka Babak Baru, Penyidik Polrestabes Surabaya Dalami Dugaan Pencabulan 2019

SURABAYA | ALDERA NEWS – Penanganan kasus dugaan pencabulan yang terjadi pada 2019 kembali memasuki tahap pendalaman. Penyidik Satres PPA-PPO Polrestabes S ...
Sabtu, 12 Sep 2026 12:16 WIB | Peristiwa

Kejar-kejaran di Jalan Kenjeran, Pemuda Surabaya Dibekuk Bawa 3.000 Pil Y

SURABAYA | ALDERA NEWS – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya berhasil meringkus seorang pemuda berinisial AS (23) yang diduga terlibat d ...
Sabtu, 12 Sep 2026 09:03 WIB | Peristiwa

PWRK Nusantara dan PRKB Bersatu, Dobrak Stigma dan Dorong Generasi Jurnalistik Madura

SURABAYA | ALDERA NEWS – Persatuan Wartawan Rabasan Kedungdung (PWRK) Nusantara bersama Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu (PRKB) resmi membentuk susunan k ...