x alderanews.com skyscraper
x alderanews.com skyscraper

Pesan Upal Lewat Facebook, Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi Dibongkar Polisi: Rp61,9 Juta Siap Edar Disita

Avatar Redaksi

Info Publik

SIDOARJO | ALDERA NEWS – Jaringan peredaran uang palsu (upal) lintas provinsi yang diduga beroperasi melalui pemesanan di media sosial Facebook berhasil dibongkar aparat kepolisian.

 

Pengungkapan kasus tersebut bermula dari aksi seorang pria yang kedapatan menggunakan uang palsu untuk berbelanja di sebuah toko sembako di Desa Tanjungsari, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026).

 

Pelaku diketahui bernama Mat Soleh (38), warga Sawahan, Surabaya. Saat diamankan, polisi menemukan puluhan lembar uang yang diduga palsu dari tangan pelaku.

 

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menyita 91 lembar uang palsu pecahan Rp20 ribu dan enam lembar pecahan Rp50 ribu, dengan total nominal mencapai sekitar Rp2,12 juta.

 

Temuan tersebut kemudian menjadi pintu masuk bagi Unit Reskrim Polsek Taman bersama Tim Opsnal Polresta Sidoarjo untuk membongkar jaringan yang diduga tidak hanya bergerak di wilayah Sidoarjo dan Surabaya, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan wilayah Jawa Tengah.

 

Berawal dari Pesanan Melalui Facebook

 

Kepada penyidik, Mat Soleh mengaku memperoleh uang palsu tersebut setelah melakukan pemesanan melalui sebuah akun Facebook bernama “Misali Lili”.

 

Modus transaksi yang dilakukan cukup sederhana. Mat Soleh disebut menukarkan uang asli sebesar Rp500 ribu dan memperoleh uang palsu dengan nilai nominal mencapai Rp2,5 juta.

 

Uang palsu tersebut selanjutnya rencananya diedarkan dengan cara digunakan untuk berbelanja di sejumlah toko.

 

Praktik tersebut diduga dilakukan dengan memanfaatkan transaksi sehari-hari agar uang palsu tidak mudah terdeteksi. Dari pengakuan pelaku pertama inilah, polisi kemudian melakukan pengembangan untuk mengetahui asal-usul uang palsu sekaligus mengungkap pihak lain yang berada di belakang jaringan tersebut.

 

Pengembangan Mengarah ke Jawa Tengah

 

Tak berhenti pada penangkapan Mat Soleh, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan pengembangan hingga wilayah Jawa Tengah.

 

Sejumlah orang diamankan karena diduga mempunyai peran dalam jaringan tersebut. Salah satunya disebut merupakan seorang pengemudi ojek online yang diduga berperan sebagai kurir dalam pengiriman paket.

 

Pengembangan kasus kemudian mengarah ke wilayah Kebakkramat, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

 

Di lokasi tersebut, polisi melakukan penggerebekan dan mengamankan dua orang yang diduga berkaitan dengan jaringan produksi maupun peredaran uang palsu, yakni Edi Siswoyo (35) dan Dhimas Billy Edi (32).

 

Dari lokasi penggerebekan, polisi menemukan sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk memproduksi uang palsu.

 

Barang bukti yang diamankan antara lain tiga unit printer, alat pres, hologram, alat pendeteksi ultraviolet, bahan baku kertas, alat pemotong, dua unit setrika, metallic color marker, serta sejumlah telepon genggam.

 

Temuan berbagai peralatan tersebut memperkuat dugaan bahwa aktivitas yang dilakukan bukan sekadar menyimpan atau mengedarkan uang palsu, tetapi terdapat dugaan proses produksi yang dilakukan secara terorganisasi.

 

Puluhan Juta Rupiah Upal Diduga Siap Diedarkan

 

Dalam penggerebekan tersebut, polisi juga menemukan uang palsu yang diduga telah siap diedarkan dengan nilai nominal mencapai Rp61,9 juta.

 

Selain itu, petugas turut menemukan puluhan lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu.

 

Jumlah tersebut menjadi perhatian serius karena menunjukkan dugaan adanya potensi peredaran uang palsu dalam jumlah lebih besar apabila jaringan tersebut tidak segera dihentikan.

 

Kapolsek Taman Kompol Bagus Kurniawan mengatakan, pengungkapan jaringan tersebut merupakan hasil pengembangan setelah polisi terlebih dahulu mengamankan pelaku di wilayah Sidoarjo.

 

Menurutnya, penyidik masih terus melakukan pendalaman untuk mengetahui sejauh mana jaringan tersebut beroperasi dan siapa saja pihak yang terlibat.

 

«“Kasus ini masih terus kami kembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam produksi maupun peredaran uang palsu,” tegas Kompol Bagus Kurniawan.»

 

Polisi Dalami Jaringan dan Asal Uang Palsu

 

Hingga kini, proses penyidikan masih berlangsung. Polisi masih melakukan pemberkasan terhadap para tersangka sekaligus mendalami peran masing-masing orang yang telah diamankan.

 

Penyidik juga akan meminta keterangan ahli dari Bank Indonesia (BI) untuk memastikan karakteristik serta keaslian barang bukti yang ditemukan.

 

Selain itu, barang bukti juga akan menjalani uji laboratorium forensik di Polda Jawa Timur sebagai bagian dari proses penyidikan.

 

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan secara ilmiah bahwa barang yang diamankan merupakan uang palsu serta mendalami metode yang diduga digunakan dalam proses pembuatannya.

 

Polisi juga masih menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang berada di balik jaringan tersebut, termasuk pihak yang diduga berperan sebagai pemesan, produsen, pengirim, hingga pengedar.

 

Pengungkapan ini sekaligus menjadi peringatan bahwa peredaran uang palsu melalui transaksi langsung maupun pemesanan melalui media sosial dapat menjadi ancaman terhadap masyarakat dan sistem transaksi keuangan.

 

Aparat kepolisian memastikan pengembangan kasus akan terus dilakukan hingga seluruh mata rantai jaringan tersebut dapat terungkap.

 

ALDERA NEWS

BERANI, TAJAM, TERPERCAYA

 

( Junaidi)

Artikel Terbaru
Minggu, 13 Sep 2026 01:17 WIB | Peristiwa

Lomba Mewarnai Warnai Semarak Posyandu Ceria, Edukasi Kesehatan Ibu dan Balita Digelar di Kaza Mall

SURABAYA | ALDERA NEWS – Kegiatan Posyandu Ceria yang dirangkai dengan lomba mewarnai berlangsung meriah di Kaza Mall, Surabaya. Kegiatan yang digelar di l ...
Minggu, 13 Sep 2026 01:01 WIB | Info Publik

DLH Surabaya Turun ke Kali Seng, Trash Boom Dipasang dan Warga Diajak Hentikan Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai

SURABAYA | ALDERA NEWS – Upaya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Kali Seng yang berada di kawasan perbatasan K ...
Minggu, 13 Sep 2026 00:05 WIB | Info Publik

Tiga Pilar Simokerto Patroli Skala Besar Tengah Malam, Titik Rawan dan Gengster Jadi Sasaran

SURABAYA | ALDERA NEWS – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan jajaran tiga pilar Kecamatan Simokerto, Surabaya. Patroli skala besar ...
Sabtu, 12 Sep 2026 18:30 WIB | Peristiwa

Petunjuk P-19 Buka Babak Baru, Penyidik Polrestabes Surabaya Dalami Dugaan Pencabulan 2019

SURABAYA | ALDERA NEWS – Penanganan kasus dugaan pencabulan yang terjadi pada 2019 kembali memasuki tahap pendalaman. Penyidik Satres PPA-PPO Polrestabes S ...
Sabtu, 12 Sep 2026 12:16 WIB | Peristiwa

Kejar-kejaran di Jalan Kenjeran, Pemuda Surabaya Dibekuk Bawa 3.000 Pil Y

SURABAYA | ALDERA NEWS – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya berhasil meringkus seorang pemuda berinisial AS (23) yang diduga terlibat d ...
Sabtu, 12 Sep 2026 09:03 WIB | Peristiwa

PWRK Nusantara dan PRKB Bersatu, Dobrak Stigma dan Dorong Generasi Jurnalistik Madura

SURABAYA | ALDERA NEWS – Persatuan Wartawan Rabasan Kedungdung (PWRK) Nusantara bersama Pemuda Rabasan Kedungdung Bersatu (PRKB) resmi membentuk susunan k ...